Tuesday, July 31, 2012

WAJAH KOTA KOTA DI LOMBOK TEMPO DULU

Bila kita perhatikan gambar2 berikut,apa yang terlintas dibenak kita masing2 ?
sudah pasti ,kita akan berhayal tentang setiap gambar ini dimasa lampau,kadang2 ingin rasanya hidup pada zaman itu untuk menyaksikan betapa kehidupan para raja2,rakyat dan sekeliling alam zaman itu,seperti penuturan seorang tokoh masyarakat yang ada di desa puyung kecamatan jonggat kabupaten lombok tengah,Tuturnya,Jaman dulu,kalau kita ingin pergi kekota praya  dengan jalan kaki bisa memakan waktu 1 hari 1/2 malam ,itupun harus singgah/istirahat sejenak sambil membuka bekal (takilan bhs sasaq) dipabrik bunge(sekarang tepat dipatung Putri mandalika ) setelah itu baru melanjutkan perjalanan memasuki kota praya (Raje koneng )
Timbul pemikiran yang rumit dibenak kita,kok bisa memakan waktu yg begitu lama ya ?                                                       padahal sekarang hanya bisa ditempuh 1jam dengan berjalan  kaki,apa sebabnya  ?

Jendral Mayor PPH van Ham yang tewas dalam intervensi pertama Belanda ke Mataram tahun 1894
Anak Agung Ketut Karangasem, General-Major PPH van Ham (Perwakilan Pusat), General-Major JA Vetter (Komandan), Residen MC Dannenbargh, dan Gusti Jelantik (duduk) saat melakukan negosiasi pada tahun 1894
Gambar pasukan KNIL yang berangkat dari Semarang menuju Lombok tahun 1894 (oleh J.P. Schomake)
Pasukan KNIL saat mendarat di Pantai Ampenan pada tahun 1894
Pasukan KNIL saat akan menyerbu Puri Pagesangan, Cakranegara tahun 1894

Puri Pagesangan (Cakranegara) yang luluh lantah diserbu oleh Belanda (KNIL) pada tahun 1894

Raja Ratu Agung Gede Ngurah Karangasem saat berada di pengasingan Batavia





gambar 01 dan 02. keadaan desa songak kec. sakra lombok timur pada tahun 1925
gambar 03: prajurit kerajaan mengiringi utusan raja tahun 1892
gambar 04: gandrung atau lebih dikenal dengan nama jangger. biasanya jangger dipertunjukkan pada saat pesta perkawinan, khitanan, dan pada acara pertunjukan budaya, foto ini diabadikan pada tahun 1925
gambar 05: jalan ampenan - mataram pada tahun 1894
gambar 06: kantor urusan sipil, sekarang dinamakan kantor catatan sipil pada tahun 1895
gambar 07: pasar ternak kopang tahun 1921
gambar 08: warga labuhan haji pada tahun 1920
gambar 09: lapangan mataram
gambar 10: aktivitas kaum hawa mengambil air disungai pada tahun 1929, lombok timur
gambar 11: lumbung padi suku sasak
gambar 12: mangku dan bujangga sakra tahun 1920
gambar 13: mataram 1920
gambar 14: menteri besar kerajaan selaparang 1865
gambar 15: pakai adat laki-laki suku sasak 1929
gambar 16: peresean 1946
gambar 17: perwakilan lombok tahun 1864
gambar 18: punggawa pura desa cakra lombok barat tahun 1895
gambar 19: raja lombok dan anak buah tahun 1902
gambar 20: rumah warga lombok tengah 1910
gambar 21: masyarakat desa rumbuk sakra tahun 1920
gambar 21: selong 1929
gambar 22: sepolong labuhan haji tahun 1920












Demikian beberapa kumpulan gambar - gambar kuno yang diabadikan didaerah lombok nusa tenggara barat, semoga mampu menambah rasa cinta kita kepada para leluhur sasaq dan membawa kita sebagai suku sasaq/orang sasaq yang punya martabat ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!

6 comments:

  1. Wah,,,, Serasa kembali ke masa lampau di Gumi Sasak yang SESEK.

    ReplyDelete
  2. mantap neh ulasannya... koleksi foto yang luar biasa... perbanyak aja bos

    ReplyDelete
  3. Nita Maulina Dan Zie lobar.
    Saya hanya mengumpulkan dari berbagai sumber sbg bacaan,hal ini saya lakukan supaya tahan lama.

    ReplyDelete