Sunday, June 21, 2015

Keturunan Nabi Muhammad Saw dan Pengorbanan Nabi Ibrahim Aas. menurut Al-Kitab dan Al-quran

Silsilah Nabi Muhammad saw banyak ditemui padatulisan-tulisan Sejarawan terutama Sirah Nabawiyah, dan tentu saja adapenegasan-penegasan yang bersumber dari Hadist, bahwa nabi Muhammad saw adalahketurunan Ismail as. Dari Watsilah bin Asyqo berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dariketurunan Ismail dan Allah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah. Allah memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan Allah memilih aku dari keluarga BaniHasyim" (HR Muslim no 2276)
Hadits di atas, adalah informasi dari Rasulullah saw,mengenai silsilah beliau.

Bani Hasyim - Suku Quraisy - Bani Kinanah.
Rasulullah saw berasal dari Bani Hasyim, yang bertanggung-jawab dalam Pemeliharaan Ka'bah.Bani Hasyim dinisbatkan kepada anak keturunan Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy).Rasulullah sendiri adalah cicit dari Hasyim bin Abdu Manaf, dengan nasab : MuhammadRasulullah bin Abdullah bin Abdu Muthalib bin Hasyim.

Keluarga Bani Hasyim, merupakan bagian dari Suku Quraisy, yang merupakan anak keturunan Fihr (Quraisy) bin Malik bin Al Nadhar bin Kinanah. Sementara Suku Quraisy, merupakan pecahan dari Bani Kinanah, yang berasal dari Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan.

Sebagian besar bangsa Arab, termasuk Bani Kinanah, hanya mengetahui leluhur mereka sampai kepada Adnan. Umar bin Khatab pernah berkata : "Kami mengetahui daftar nenek moyang hanya sampai kepada Adnan", bahkan Ibnu Abbas pernah menyatakan "antara Adnan dan Ismail ada 30 generasi yang tidak diketahui".

Melalui penelitian yang panjang, akhir-akhir ini diperoleh data mutahir mengenai leluhur Rasulullah saw, yang dimulai dari Adnan sampai kepada Nabi Ibrahim, yaitu : Adnan bin Add bin Humaisi‘ bin Salaman bin Aws bin Buzbin Qamwal bin Obai bin ‘Awwam bin Nashid bin Haza bin Bildas bin Yadlaf binTabikh bin Jahim bin Nahish bin Makhi bin Ayd bin ‘Abqar bin ‘Ubayd bin Ad-Da‘abin Hamdan bin Sanbir bin Yathrabi bin Yahzin bin Yalhan bin Arami bin Ayd bin Deshan bin Aisar bin Afnad bin Aiham bin Muksar bin Nahith bin Zarih bin Samibin Wazzi bin ‘Awda bin Aram bin Qaidar bin Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim ("Ar Raheeq Al Makhtum", tulisan Syaikh Safi-ur Rahmanal-Mabarakpuri).

Sehingga Nasab Rasulullah sampai kepada Nabi Ibrahim,adalah sebagai berikut :
Muhammad Rasulullah bin Abdullah bin Abdu Muthalib bin Hasyim (cikal bakal Bani Hasyim) bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (cikal bakal Suku Quraisy) bin Malik bin Al Nadhar bin Kinanah (cikal bakal Bani Kinanah) bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan bin Add bin Humaisi‘ bin Salaman bin Aws bin Buz bin Qamwal bin Obai bin ‘Awwam bin Nashid bin Haza binBildas bin Yadlaf bin Tabikh bin Jahim bin Nahish bin Makhi bin Ayd bin ‘Abqarbin ‘Ubayd bin Ad-Da‘a bin Hamdan bin Sanbir bin Yathrabi bin Yahzin bin Yalhan bin Arami bin Ayd bin Deshan bin Aisar bin Afnad bin Aiham bin Muksar bin Nahith bin Zarih bin Sami bin Wazzi bin ‘Awda bin Aram bin Qaidar bin Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim.

Pendapat Pendukung
Bible (Kejadian 25:12-15) mencatat anak-anak Ismail berdasarkan urutan kelahiran yaitu Nebayot (anak sulung Ismael), Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma.
Nabi Muhammad Saw, terlahir dari keturunan Qaidar (Kedar) bin Nabi Ismail, didukung pendapat beberapa ahli Bible, antara lain :
=>The Davis Dictionary of the Bible (1980),sponsored by the Board of Christian Education of the Presbyterian Church in theUSA, menulis pada artikel Kedar sebagai berikut : "... A tribe descended from Ishmael (Gen. 25:13)... The people of Kedar were Pliny's Cedrai, and from their tribe Mohammedultimately arose." ["....suatu suku keturunan Ismail (Kej. 25:13)]
....masyarakat keturunan Kedar ialah orang Pliny Cedrai, dan dari suku merekaitulah lalu Muhammad dilahirkan secara terhormat."

=>The International Standard Bible Encyclopedia dariA.S. Fulton menerangkan :"... Of the Ishmaelite tribes, Kedar must havebeen one of the most important and thus in later times the name came to beapplied to all the wild tribes of the desert. It is through Kedar("Keidar" in Arabic) that Muslim genealogists trace the descent ofMohammed from Ishmael."

=>Smith's Bible Dictionary ikut menjelaskan :"Kedar, second son of Ishmael (Gen. 25:13) ...Mohammed traces his lineage to Abraham through the celebrated Koreish tribe,which sprang from Kedar. The Arabs in the Hejaz are called Beni Harb (men ofwar), and are Ishmaelites as of old, from their beginning. Palgrave says theirlanguage is as pure now as when the Koran was written (A.D. 610), havingremained unchanged more than 1200 years; a fine proof of the permanency of Eastern Institutions."

Tiada keraguan bahwa Muhammad saw adalah keturunan langsung dari nabi Ismail dan bukti ini tidak dapat dibantah sebagaimana bukti-bukti yang meyakinkan di bawah ini.
Keturunan Quraisy adalah suku dari Muhammad saw. Mereka percaya dan meyakini sebagai keturunan Ismail. Jika pengakuan ini salah maka keturunan asli nabi Ismail akan mengajukan keberatan, namun tidak ada kaum lain yang pernah menyatakan demikian. Dan tidak ada satu keberatan pun yang pernah muncul.

Di dalam Kejadian 17:20-21,Allah menjanjikan untuk memberkati anak cucu nabi Ismail dan akan menjadikan suatu bangsa yang besar. Jika Orang-orang Arab bukan dari keturunannya,dimanakah bangsa yang besar itu?

Menurut Kejadian 25:18, keturunan nabi Ismail bertempat tinggal dari Havilah sampai Tsur yang berlawanan arah dengan Mesir. Dari petikan ini menandakan kepada bagian luar Jazirah Arabia.
Bahkan Paulus mengakui bahwa Hajjar/Hagar mempunyai hubungan dengan bangsa Arab. “Sekarang Hajjar adalah nama bukit Sinai di Arab”.(Galatia 4:25)
Penjelasan terperinci mengenai silsilah keturunan dari Ismail as tersebut dari Bibel/Alkitab sbb:
* “Lagi kata Malaikat Tuhan itu kepadanya: ‘Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya. ‘Selanjutnya kata malaikat Tuhan itu kepadanya: ‘Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismail, sebabTuhan telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.” (Kejadian: 16:10-11)
* “lalu Hagar (Siti Hajar, istri muda/kedua Abraham)melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram (Abraham/ Ibrahim) dan Abram menamai anak yang diahirkan Hagar itu Ismael.” (Kejadian 16:15)
* “Tentang Ismail Aku telah mendengarkan permintaaanmu; ia akan KuBERKATI, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja dan aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian17: 20-21)
* “Maka mengandunglah Sara (Siti Sarah, istri tua/pertama Abraham) setelah itu, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Ibrahim dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan sesuai dengan firman Allah kepadanya, Ibrahim menamai anaknya yang baru lahir ituIsaac/Ishak, yang dilahirkan Sarah baginya.” (Kejadian 21:2-3)
* Kejadian, 21:20; “ALLAH menyertai anak itu (Ismael), sehingga ia bertambah besar. Ia menetap di padang gurun Paran (gurun Arabia,Beka/Mekka) dan menjadi seorang pemanah.”
* Kejadian, 25:13-16; “Inilah nama anak-anak Ismael :Nebayot, Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafisdan Kedma… itulah anak-anak Ismael… dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya.”
* Tetapi Aku mengabulkan juga permohonanmu mengenai Ismael. Karena itu dia akan KuBERKATI dan Kuberi keturunan yang banyak. Ia akan menjadi leluhur dua belas kepala suku, dan keturunannya akan Kujadikan suatu bangsa yang besar..” (Kejadian 17:20).

Oleh karena itu jenis ganjaran BERKAT yang dianugerahkan kepada anak cucu nabi Ishak telah diberikan JUGA kepada anak cucu nabi Ismail. Ini adalah sebuah bukti yang diakui oleh para cendikiawan Kristen. (Lihat Scofield Reference Bible, p. 25).

Di dalam Bibel/Alkitab tidak ada satupun KETURUNAN ISMAEL yang berjaya menjadi bangsa besar, baik orang- orang di perjanjian lama, maupun orang-orang di perjanjian baru, mayoritas yang berjaya DIBERKATI adalah keturunan Israel/Ya'kub (dari Ishak).
Tetapi NUBUAT'DIBERKATI' dari ayat-ayat Bibel/Alkitab tersebut telah DIGENAPI Allah didalam Al-Qur’an kepada Muhammad SAW.

Muhammad SAW diutus oleh ALLAH dari keturunan Ismael; 
* Dikutip dari Hadits Sohih, Muhammad pernah bersabdakepada kerabatnya “Panahlah wahai keturunan Ismail, sesungguhnya bapak kamu(Ismail) adalah seorang pemanah.”

Muhammad SAW lahir di gurun Paran (Arabia, Beka/Mekka), keturunan dari anak Ismael yang bernama “Kedar/ Haidar" (Khaidir dalam bahasa arab)”
[”Kedar, menurut Wikipedia, adalah “a nomadic tribe or leagueof tribes in the Arabian Desert.” . Yakni “suku nomaden atau kumpulan suku-suku di padang pasir Arabia. Wikipedia menulis bahwa wilayah Kedar adalah Saudi Arabia di hari ini (Sumber Wikipedia)]. 

Smith’s Bible Dictionary menyatakan bahwa suku Kedar adalah suku dimana suku Quraiys berasal, dan suku inilah yang berniat membunuh Nabi Muhammad saw sehingga akhirnya beliau keluar dari Makkah, “Muhammad traces hislineage to Abraham through the celebrated Koreish tribe, which sprang fromKedar. The Arabs in the Hejaz [the region where Mecca and Medina are] arecalled Beni Harb (men of war), and are Ishmaelites as of old, from theirbeginning.”]

KEMUDIAN ADA BEBERAPA TOPIK PERTANYAAN YANG SERING MENJADI PERTANYAAN & PEMBAHASAN (DIBAHAS) OLEH BEBERAPA KALANGAN TENTANG :
1) KENAPA BANGSA ARAB KAFIR QURAISY yang diketahui sejak awal (sebelum Muhammad dilahirkan hingga Muhammad ada dan diangkat sebagai nabi), DISAMPING MEREKA dikenal sebagai bangsa JAHILLIYAH PENGANUT PAGANISME (penyembah tuhan2 berhala), JUGA DIKETAHUI mereka MENGAKUI (tahu) bahwa Allah itu adalah Tuhan ???
Sebabnya ialah;
KARENA NENEK MOYANG MEREKA (BANGSA ARAB) YAKNI ABRAHAM (sama sebagaimnana nenek moyangnya bani Israel dari Ishaq) YANG MEMILIKI AJARAN TAUHID MENGAJARKAN AJARAN TAUHID/KE-ESA-AN ALLAH TERSEBUT KEPADA ANAKNYA ISMAEL, YANG TERUS BERLANJUT TURUN TEMURUN KEPADA KETURUNANNYA BANGSA ARAB, TERMASUK KAFIR QURAISY.

Masalahnya :
kemudian adalah setelah beribu tahun tidak ada utusan nabi lagi pada anak cucunya Abraham dari Ismael, yakni bangsa Arab, maka terjadilah banyak penyimpangan dengan berbagai aliran/sekte saat itu diMekkah.
Mekkah adalah tanah/gurun Paran yang dimaksud dalam Bibel, tempat Ismael & Hagar dibuang/dipisahkan oleh Abraham dari Kanaan/Pelestina atas permintaan Sara karena kecemburuan Sara kepada madunya. 
Sara ingin hanya Ishak sebagai pewaris mereka setelah Ishak lahir (yang mana juga sebagai buah perjanjian kelulusan uji keimanan Abraham dan Ismael atas perintah menyembelih/PERSEMBAHAN korban Ismael, yang kemudian sampai pada perjanjian memberi keturunan yang besar/banyak yg diberkati dari anak-anak nya Ismael (Arab) & Ishak (Israel).

Agama Abraham yang ada di Mekkah tersebut masih ada yang murni, yang monotheisme, yang hanya menyembah Allah yang Esa. Dan keluarga Muhammad adalah salah satu pewaris/pemegang agama Abraham yang murni tersebut dan kakek Muhammad yakni Abdul Mutthalib adalah juru kunci (ketua pengurus/penjaga) BAITULLAH (KA'BAH/Bait suci/rumah Allah, yang dibangun Abraham & Ismael di tanah/gurun Paran sebagaimana perintah Tuhan) pada saat itu.

Masalahnya banyak juga anak cucu Abraham (bangsa Arab Quraisy) di Mekkah tersebut yang telah menyimpang, membelokkan agama Abraham tersebut sebagai orang musyrik (yang mempersekutukan/ menduakan Allah) yang mana juga menyembah berhala/patung2 tuhan sembahan lain sebagai kepercayaan animisme (roh2/jin, syetan), seperti latta, uzza, dll. Patung2 berhala tersebut mereka jejerkan di sekitar/ sekeling Ka'bah.
Mereka (musyrikin) juga melakukan ritual tawaf (mengelilingi Ka'bah), dll sbgmana warisan yang telah diajarkan oleh nenek moyang mereka (Abraham) sebagai tradisi/budaya turun temurun, tetapi masalahnya ajaran/tradisi tersebut telah menyimpang, seperti tawaf sambil bersiul2, bertelanjang bulat, dll sebagaimana bangsa jahilliyah (barbar) lakukan.

Mereka, Arab Quraisy adalah bangsa yang barbar/jahilliyah sebelum Islam lahir/ada, seperti membunuh anak bayi perempuannya sebagaimana sekte/aliran kepercayaannya yang lain saat itu, dll. Hal tersebut seperti dinyatakan didalam Al-Qur'an :
* "Sembahyang mereka (musyrikin anak cucu Abraham) di sekitar Baitullah (Ka'bah yg didirikan Abraham Ismael) itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiran (penyimpangan) mu itu" (QS Al Anfal 35).

Meski begitu mereka juga menyatakan Allah sebagaiTuhannya.. spt ayat berikut:
* "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka (musyrikin Quraisy); “ Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan ?”. Tentu mereka (musyrikin/pagan arab Quraisy) akan menjawab; "Allah!", maka betapakah mereka DIPALINGKAN (menyimpang)?. (QS Al-Ankabut: 61).

Bahkan mereka (pagan arab Quraisy) masih setia datang (semacam berhaji) setiap tahun keliling Baitullah. Mereka memang menyebut Ka’bah dengan istilah Baitullah .
Bedanya, cara manasik haji mereka sudah jauh menyimpang. Misalnya, mereka thawaf keliling Ka’bah dengan bersiul dan bertepuk sambil telanjang tanpa busana (telanjang bulat), disamping ada tuhan berhala2 lainnya (patung) disekitar/keliling Ka'bah.

Dan beliau Muhammad saw sebelum diangkat sebagai nabi, menganut/ikuti ajaran keluarga/nenek moyangnya (Abraham-Ismael) yang tidak diselewengkan tersebut (masih murni monotheis Abraham), bukan spt aliran musyrikin lain di mekkah, yang tahu Allah Tuhan, tetapi juga mentuhankan berhala patung2 tuhan jin lain & aturan2 jahil lainnya yg sesat.

Untuk agama Abraham ini tidak ada kitab yang digunakan, tetapi yang ada semacam lembaran-lembaran yang dimaksud sebagai lembar/shuhuf2 nabi Ibrahim/Abraham, dan lebih banyak sudah menjadi tradisi/budaya turun menurun.

Perlu diketahui bahwa beliau Muhammad bersama keluarga sebelum menjadi nabipun sebagaimana orang Arab lainnya (termasuk yg musyrik dgn berhala sekutukan Allah) sudah tahu bahwa Allah adalah Tuhan mereka.  Bahwa Allah adalah tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang menurunkan hujan serta memberi rizki (lihat ayat Qur'anQS Al-Ankabut: 61 diatas).

Kekurangan aqidah bangsa Arab jahiliyah ini bukan pada rububiyah-nya (pengetahuan tentang Allah), melainkan pada uluhiyah-nya (pengetahuan tentang syariat/aturan). Dimana mereka belum punya informasi apa pun tentang bagaimana bertauhid kepada Allah dan bagaimana cara beribadah kepada-Nya. Mereka baru sekedar tahu bahwa tuhan itu ada, namanya Allah dan Allah itu menciptakan mereka hingga memberi rizqi.

Kualitas mereka sedikit di bawah para ahli kitab (Yahudi & Kristen) yang sudah kenal Allah dan juga mengenal adanya kitab-kitab suci yang turun dari langit (Yang Maha Tinggi, Allah) yang berisi tata cara ibadah dan juga syariah. Mereka juga mengenal sistem kenabian yang berujud manusia yang mendapatkan wahyu dari langit sebagai hukum yang harus diterapkan.

Namun kesalahan fatal para ahli kitab itu ketika mereka tidak mau mengakui bahwa Allah itu MUTLAK TUNGGAL, tetapi sebagai salah satu oknum dari 3 Kesatuan (TriasUnity, seperti kesatuan telur dgn cangkang, putih telur, & kuning telurnya) dan menolak/ingkar kepada Allah bahwa Allah menjadikan Muhammad SAW sebagai Nabi dan ingkar kepada Al-Quran sebagai kitab suci-Nya yang terakhir, sebagaimana nubuat2 dlm kitabnya (yang telah di-edit/disamarkan).
Tetapi sebagian mereka (ahli kitab, Yahudi Kristen) yg ummi/tulus/bersih hatinya (benar mencari dan taat kepada Tuhan Yang Esa) menerimanya sebagai nabi & mengikutinya. Kesalahan ini kemudian diperparah dengan sikap ambivalen mereka terhadap agama Islam. Bahkan pada akhirnya mereka malah memerangi dan hendak membunuh Rasulullah SAW.

Maka semua keyakinan mereka sebelumnya tentang Allah, kitab suci, para nabi dan hukum-hukum syariat yang turun kepada mereka, menjadi tidak ada gunanya lagi. Oleh Al-Quran, para ahli kitab ini diberi status sebagai orang kafir, meski mereka percaya keberadaan Allah, para nabi dan kitab-kitab suci. Hal itu karena mereka telah menyimpang dari keEsa-an Allah yg mutlak, tidak mau mengakui Muhammad SAW sebagai nabi dan Al-Quran sebagai kitabsuci.

2) SIAPAKAH PUTRA YANG DIKORBANKAN ABRAM/ABRAHAM/IBRAHIM DALAM PERISTIWA PENYEMBELIHAN (PERSEMBAHAN) UNTUK UJI KEIMANANI BRAHIM DAN ANAKNYA TERSEBUT ???
Ismail as adalah putra pertama dari nabi Ibrahim as dengan Hajar, Ishaq as adalah anak kedua dari Ibrahim as dengan Sarah.
Sarah adalah istri pertama Ibrahim, namun hingga umurnya yang telah mencapai seumur nenek-nenek belum juga dikarunia anak, maka Sarah memutuskan agar nabi Ibrahim menikahi budaknya yaitu Hajar. Maka Ibrahimpun mempunyai anak dengan Hajar yang diberi nama Ismail. Sarah cemburu hingga mengusir Hajar agar keluar dari rumahnya, Ibrahimpun membawa Hajar serta Ismail ke Mekah dan meninggalkannya di Mekah.

Menurut keimanan Kristiani dan Yahudi, putra yang dikorbankan oleh Ibrahim adalah Ishaq, tetapi menurut keimanan Islam, putra yang dikorbankanadalah Ismail.
Perbedaan dua keimanan ini tidak mungkin benar kedua-duanya, pasti salah satunya sajayang benar, karena memang dalam masalah siapakah yang dikorbankan bukanlah masalah akidah/keTuhanan, namun kebenaran siapakah yang dikorbankan membawa konsekuensi yang teramat besar, terutama bagi umat Kristiani dan Yahudi, pasalnya kebenaran ini berhubungan langsung dengan keakuratan kitab suci dalam mengisahkan kejadian yang sesungguhnya.
Alqur'an menyatakan bahwa putra nabi Ibrahim as yang dikorbankan adalah Ismail, sementara menurut Taurat-Talmud dan Bible/Alkitab, yaitu kitab agama Yahudi dan Kristen, menyebutkan SECARA TEGAS bahwa putra nabi Ibrahim yang dikorbankan adalah Ishaq.

Kajian secara teliti dan jujur, baik berdasarkan Alqur’an, Bible dan Taurat-Talmud SEBENARNYA akan diperoleh kesimpulan yang sama bahwa putra nabi Ibrahim yang dikorbankan adalah Ismail as bukan Ishaq as seperti yangdiaku-aku oleh orang-orang Yahudi dan Kristen selama ini.

Penyebutan nama Ishaq dalam Bible dan Talmud secara tata bahasa berkualitas sebagai SISIPAN/EDITAN para penulis kitab karena kedengkiannya, karena peristiwa penyembelihan yang mana menurut Al-Qur’an adalah Ismail sudah jelas bagi umat muslim.

Maka mari dikaji secara ilmiah dan obyektif BAGAIMANA ISHAQ SEBAGAI PUTRA YANG DIKORBANKAN MENURUTALKITAB YAHUDI DAN NASRANI (KRISTIANI) sebagai berikut:
Nabi Ibrahim dan Istrinya Sarah adalah dari bangsa yang sama, Sarah mempunyai budak bernama Hajar dari Mesir. Dalam pernikahannya dengan Sarah nabi Ibrahim belum dikaruniai anak padahal umur mereka sudah mencapai sekitar 80 tahun. Akhirnya Sarah memutuskan agar Ibrahim menikahi budaknya yaitu Hajar.Kejadian 16:1-3 :
+ "Adapun Sarai (Sara/Sarah), isteri Abram (Abraham/Ibrahim) itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar (Hajar) namanya.
+ Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
+ Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal ditanah Kanaan –, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadiI STERI-nya."

Bersama Hajar nabi Ibrahim mempunyai anak yang kemudian dinamainya ISMAILl, ketika itu nabi Ibrahim berumur 86 tahun :
+ Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya. (Kejadian 16:16)

Dan ketika nabi Ibrahim berumur 99 tahun, Allah SWTmenjanjikan seorang anak lagi namun dari pihak Sarah:
+ “Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram” (Kejadian 17:1)
+ Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Akuakan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir daripadanya.”(Kejadian 17:16)

Dan setahun kemudian (Ibrahim berumur 100 tahun,Kejadian 21:5) lahirlah anak dari Sarah yang diberi nama ISHAQ, dua tahun kemudian nabi Ibrahim mengadakan perjamuan besar untuk menyapih Ishak, sehingga ketika Ishaq berumur +/- 2 tahun Ismail berumur 16 (100-86+2) tahun, namun Sarah berubah pikiran setelah mempunyai anak, ia menyuruh nabi Ibrahim untuk mengusir Hajar dan Ismail dari rumah-nya, maka Hajar dan Ismail meninggalkan rumah Sarah.

KEMUDIAN DALAM ALKITAB DIKISAHKAN BAHWA ISHAQ YANG MENJADI KORBAN PERSEMBAHAN/ PENYEMBELIHAN (UJI KETAATAN/KEIMANAN ABRAHAM/IBRAHIM) 
+ Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia disana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” (Kejadian 22:2)
Dalam ayat tersebut dikisahkan secara jelas dan gamblang bahwa Bible/Alkitab mengisahkan Ishaqlah yang dikorbankan untuk disembelih bukan Ismail.

BENARKAH KISAH BIBLE/ALKITAB BAHWA ISHAQ MENJADI KORBAN PERSEMBAHAN TERSEBUT ??? 
Satu-satunya dasar bagi orang-orang Yahudi dan Kristen mengimani Ishaq yang dikorbankan adalah penyebutan nama Ishaq dalam kitab mereka yaitu dalam Kejadian 22:2 diatas.
+ “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq”. (Kejadian 22:2)

Setelah dikaji, kalimat “yakni Ishaq” dalam ayat tersebut mempunyai kejanggalan yang teramat serius, alasannya:
1.  Kalimat “yakni Ishaq” pada susunan tersebut adalah mubazir, karena kalimat tersebut telah sempurna justru bila tanpa “yakni Ishaq” :"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi",
Dengan susunan tersebut tentu nabi Ibrahim sudah paham siapa yang disebut sebagai anak tunggal yang dikasihinya. Apa mungkin seorang AYAH tidak tahu siapa anak tunggalnya?

2. Kalimat “yakni Ishaq” kontradiksi dengan kalimat sebelumnya yang menyatakan :"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi"
Karena ketika itu, Ismail telah lebih dahulu lahir sebagai anak nabi Ibrahim, penyebutan Ishaq sebagai anak tunggal dalam ayat tersebut tidak sesuai dengan sejarah dan itu berarti mengingkari Ismail sebagai anak sah Ibrahim.
+ "Inilah keturunan Ismael, ANAK Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu."(Kejadian 25:12)
+ Kejadian 16:3; Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan –, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya,untuk menjadi ISTERI-nya."

Tentu saja menyebut Ishaq sebagai anak tunggal berarti mengingkari Ismail sebagai ANAK Abram/Ibrahim, mengingkari Ismail sebagai anak Ibrahim berarti mengingkari ayat-ayat dalam Bible/Alkitab itu sendiri.

ISHAQ ANAK TUNGGAL ??? 
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yangengkau kasihi” (Kejadian 22:2)
Siapakah anak tunggal yang dimaksud dalam ayat tersebut apabila anak tunggal yang dimaksud itu bukan Ishaq ?
Ibrahim hanya mempunyai dua orang anak, yaitu Ismail dan Ishaq;
a. Ishaq bisa disebut sebagai anak tunggal bila Ismail sebagai anak pertama telah meninggal, tetapi kenyataannya Ismail belum meninggal hingga sampai Abraham/Ibrahim meninggal dunia.
+ Kejadian 25:9; Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia (Abraham) dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre.

b. Ismail bisa disebut sebagai ANAK TUNGGAL bila Ishaq belum lahir, keadaan yang kedua inilah yang paling mungkin. Kejadian 16:16; Abram berumur delapan puluh enam (86) tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
21:5; Adapun Abraham berumur seratus (100) tahun,ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.

Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa peristiwa perintah penyembelihan terhadap Ismail adalah sebelum Allah memberikan kabar gembira yang kedua kalinya kepada nabi Ibrahim akan lahirnya seorang anak lagi yaitu Ishaq, seperti disebutkan dalam QS. As Saffat 37:101-113 diatas; * “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu” (QS.37,As-Shaffat:102)

Yang dimaksud pada umur sanggup adalah ketika seseorang sudah bisa untuk mencari kayu bakar, mengembala kambing, mencari air dan lain-lain, dan ketika Ismail mencapai pada umur sanggup Ishaq belumlah lahir, jadi ketika itu Ismail adalah anak tunggal nabi Ibrahim.

Penyebutan “yakni Ishaq” dalam kejadian 22:2 membuat fakta-fakta yang ada menjadi berantakan, ayat-ayat dalam Bible/Alkitab yang berhubungan dengan Ismail dan Ishaq menjadi banyak yang kontradiksi, Ishaq yang bukan anak tunggal disebut sebagai anak tunggal, Ismail yang anak sah nabi Ibrahim harus diingkari.
Untuk mengingkari Ismail sebagai anak sah nabi Ibrahim,harus diingkari pula bahwa Hajar bukan istri sahnya, seperti ayat berikut ini:
+ “Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba (budak) perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba (budak) ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” (Kejadian 21:10)

Bukankah ayat itu menyangkal Hajar dan Ismail sebagi istri dan anak nabi Ibrahim ?
[+ "Inilah keturunan Ismael, ANAK Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu." (Kejadian25:12)

+ Kejadian 16:3; Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan –, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya,untuk menjadi ISTERI-nya."]

MENGAPA HARUSISHAQ ??
Orang-orang Israel sangat bangga atas kesukuannya,sangat mengagung-agungkan nenek moyangnya, mereka menjunjung tinggi nabi Ishaqtetapi merendahkan nabi Ismail, karena Ishaq adalah nenek moyang mereka yangberderajat tinggi dan berdarah murni sebagai keturunan nabi Ibrahim denganSarah yang berasal dari satu bangsa dan sebagai seorang majikan, sementaraIsmail adalah nenek moyang bangsa Arab dari keturunan nabi Ibrahim dengan Hajaryang berdarah koptik (campuran) antara Kanaan dengan Mesir dan Hajar adalahbudak dari Sarah. Menurut mereka bangsa Israel adalah bangsa yang lebih tinggiderajatnya daripada bangsa Arab.

Orang-orang Israel iri hati setelah Allah menjadikanIsmail sebagai korban yang akan disembelih, orang-orang Israel tidak mau orang-orangArab mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT, mereka menginginkan segala kemuliaandan berkah hanya untuk orang Israel, menurut mereka semestinya Ishaqlah yangdipilih sebagai korban sembelihan, karena kesombongan tersebut dan perasaanlebih tinggi dari bangsa Arab, mereka berani mengadakan kedustaan denganmengubah-ubah ayat-ayat Allah, salah satunya dengan menambah kalimat :
"Yakni Ishaq" Ke dalam kalimat: "anakmuyang tunggal itu....."

Mereka sebenarnya mengetahui bahwa Ishaq bukanlah anaktunggal nabi Ibrahim, dan mereka mengetahui bahwa Ismail pernah menjadi anaktunggal nabi Ibrahim yaitu ketika Ishaq belum lahir, mereka tidak peduli bilapenambahan tersebut akan mengakibatkan kontradiksi yang serius dalam kitabmereka, Allah SWT telah menyatakan dalam al-Qur’an :* “segolongan dari merekamendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya,sedang mereka mengetahui” (QS.Al-Baqarah 2:75)

Begitu besar kebencian orang-orang Yahudi (bani Israel)kepada orang-orang Arab (bani Ismael) sampai berani mengubah fakta bahwa Ishaqyang bukan anak tunggal ditulisnya sebagai anak tunggal dalam kitab mereka demimenghilangkan kemuliaan Ismail. Mereka tetap ngotot Ishaq adalah anak tunggal,Ismael adalah anak budak (selir).

Kebencian orang-orang Yahudi (bani Israel) kepadabangsa Arab (bani Ismael) tidak hanya pada masa nabi Ishaq dan nabi Ismailhidup, tetapi kebencian mereka berlanjut hingga pada masa diutusnya nabiMuhammad saw sebagai Rasul bahkan hingga sekarang ini.

Ketika Yesus/nabi Isa as menyampaikan kabar kepadaorang-orang Israel tentang akan datangnya seorang nabi terakhir dari keturunanIsmail, mereka langsung marah dan gusar yang akhirnya pada rencana pembunuhannabi Isa as. Makanya setelah orang-orang Israel/Yahudi mengetahui bahwa nabiterakhir dari bangsa Arab dan jaman akan diutusnya seorang nabi sudah dekat,mereka banyak yang pergi ke Madinah untuk menunggu datangnya nabi tersebutdengan maksud akan membunuhnya, bukan untuk mengimaninya, dan mereka mengancammasyarakat Madinah :  "Sekarang inisudah hampir zaman seorang nabi yang diutus. Kami akan membunuh kalianbersamanya. Nasib kalian akan seperti kaum ‘Ad dari penduduk Iram". (SirahIbnu Hisyam dengan sanad Hasan)

Namun sebaliknya, karena ancaman yang sekaligusmemberikan kabar tentang ramalan akan datangnya seorang nabi di Madinahtersebut, malah membuat orang-orang Madinah (kaum Anshor) di kemudian harimudah menerima/beriman kepada nabi Muhammad saw ketika nabi Muhammad saw hijrahke Madinah meskipun mereka tidak pernah bertemu sebelumnya.

NB:
2 CONTOH, sekedaruntuk membuktikan bahwa "Taurat" (Alkitab/Bible) sekarang sudahbenar2 DIRUBAH dan DITAMBAH (dirombak oleh tangan2 Bani Israel)
Sebelum masuk pada pembahasan, ada baiknya dilihatdulu Kitab Kejadian berikut ini:
Kejadian 16:16; Abram berumur delapan puluh enam tahun,ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
21:5; Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketikaIshak, anaknya, lahir baginya.
25:9; Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkandia (Abraham) dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu,padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,

Dalam Kejadian 16, Ismail lahir ketika Abraham berumur86 tahun.
Sedangkan dalam Kejadian 21, Ishak lahir ketika Abrahamberumur 100 tahun.
Ini berarti selisih umur antara Ismail dan Ishak adalah14 (100-86) tahun.
Dalam Kejadian 25, Ismail dan Ishak secara bersama2menguburkan bapaknya, Abraham. Sekarang mari dilihat pembahasan berikut ini:

1.) PeristiwaTerbentuknya Sumur Zam-Zam.
Menurut catatan Alkitab dalam Kitab KEJADIAN21:1-13,
+ TUHAN memperhatikan Sara, seperti yangdifirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. Makamengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalammasa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allahkepadanya. Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkanSara baginya. Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumurdelapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak,anaknya, lahir baginya. Berkatalah Sara: "Allah telah membuat aku tertawa;setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku."
Lagi katanya: "Siapakah tadinya yang dapatmengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkanseorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya."
Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, laluAbraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu.
Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkanHagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, SEDANG BERMAIN dengan Ishak, anaknyasendiri.
Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hambaperempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahliwaris bersama-sama dengan anakku Ishak."

Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknyaitu.
Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlahsebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sarakepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmuialah yang berasal dari Ishak. Tetapi keturunan dari hamba/budakmu itu jugaakan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu."

SETELAH menyapih Ishak (+/- 2 tahun), yang berartiIsmail berusia sekitar +/- 16 (14+2) tahun, Sarah cemburu dengan Ismail ketikamelihat ia bermain bersama Ishak. Kemudian, ia meminta agar Abraham membuangHagar dan Ismail. Abraham merasa tertekan (sebal) dengan permintaan ini, tetapiAllah meyakinkan Abraham bahwa ia harus mengikuti permintaan Sarah.

SELANJUTNYAPERHATIKAN Kisah Alkitab/Bibel yang MELANJUTKAN KISAH pengungsian Hagar danIsmael dalam bab yang sama dengan ayat/pasal berikutnya, yakni KEJADIAN21:14-21 berikut ini:
+ "Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambilroti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itubeserta anaknya di atas BAHU Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi.Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun BERSYEBA.

Ketikaair yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke BAWAH semak-semak, dania duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidaktahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia (Hagar) duduk di situ,menangislah dia (Ismael) dengan suara nyaring (oak2).

Allahmendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar,kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar ? Janganlah takut,sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia (Ismael) TERBARING.Bangunlah, ANGKATlah anak itu (Ismael), dan peganglah erat-erat dengantanganmu, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."

LaluAllah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur (zam-zam); ia pergimengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertaianak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadiseorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran (ARAB), dan ibunyamengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

Dalam kutipan di atas, HURUP BESAR ditambahkan untukfrasa2 kunci yang mengilustrasikan kemustahilan catatan bab KEJADIAN 21mengenai Ismail yang berusia 16 TAHUN pada saat itu.
Ibrahim dan Hagar dengan berbagai cara harusmemperlakukan Ismail dengan cara sebagai berikut :
- meletakkan Ismail dalam umur 16 tahun, roti dansekirbat air di atas BAHUnya HAGAR
- membuang Ismail dalam umur 16 tahun ke BAWAHsemak-semak (membaringkannya)

- mengANGKAT Ismail dalam umur 16 tahun dari tempat iaTERBARING dan memegang erat2 Ismail dengan tangannya.

Tindakan HAGAR di atas, tidaklah COCOK dilakukan untukanak berusia 16 TAHUN (meletakkan, membaringkan, & mengANGKAT Ismail).Tindakan tersebut hanya mungkin dilakukan terhadap seorang BAYI yang belumdisapih dan belum bisa berjalan. PADAHAL SEBELUMNYA (KEJADIAN 21:1-13), Ismailsudah bisa bermain bersama dengan Ishak, yang berarti Ismail sudah besar dansudah bisa berlari2.

Perhatikan juga nama tempat yang tertulis dalam Tauratadalah BERSYEBA, padahal peristiwa tersebut terjadi di lembah Beka/Mekka. Tidakada bukti sama sekali bahwa peristiwa DI GURUN tersebut terjadi di Bersyeba(Palestina dan sekitarnya), tetapi bukti2 itu justru dapat dilihat diBeka/Mekkah, yaitu Bukit Shafa dan Marwah, dan SUMUR Zam-Zam. Oleh karenaIsmail, semenjak diungsikan hingga wafatnya, MAKAMNYA adalah di kotaBeka/Mekah.

Indikasi peristiwa terbentuknya Sumur Zam-Zam diBaka/Mekah ini masih dapat ditemukan dalam Kitab Mazmur berikut ini:
Mazmur
84:5 (84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya didalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
84:6 (84-7) Apabila melintasi lembah Baka, merekamembuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musimmenyelubunginya dengan berkat.

Jelas sekali bahwa kisah KEJADIAN 21 di atas merupakansalah satu bukti telah terjadinya perombakan di dalam Taurat. Ismail yangberusia 16 TAHUN diperlakukan seperti BAYI yang masih berumur 2 bulanan.

Dalam bab KEJADIAN 21 ini, Perombak/PENG-EDIT Taurat(tangan2 ular beludak Bani Israel) tampaknya ingin menunjukkan seolah2 IshaklahKAKAK Ismail, oleh karena Ishak baru saja disapih yang berarti usianya sekitar2 tahunan, MENJADI PEMUDA REMAJA 16 TH (memikul kayu bakaran), sementara IsmailMENJADI masih bayi, padahal usia Ismail sekitar 16 tahunan.

Dengan demikian, perombak Taurat (tangan2 Bani Israel)dapat mengarang kisah selanjutnya di bawah ini.

2.) KisahPenyembelihan dan Penyebutan Ishak sebagai Anak Tunggal.
Menurut catatan Alkitab dalam Kitab Kejadian22:1-13, Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya:"Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." Firman-Nya:"Ambillah ANAKmu yang TUNGGAL itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak,pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaranpada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Keesokanharinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya danmemanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayuuntuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yangdikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkanpandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

KataAbraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengankeledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang,sesudah itu kami kembali kepadamu." Lalu Abraham mengambil kayu untukkorban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang ditangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham:"Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu,tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
SahutAbraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaranbagi-Nya, anakku."

Demikianlahkeduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allahkepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah (altar) di situ, disusunnyalah kayu,diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayuapi. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untukmenyembelih anaknya.
Tetapiberserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham."Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itudan jangan kau apa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkautakut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yangtunggal kepada-Ku." Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantandi belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambildomba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

Dalam ke 2 KISAHbab KEJADIAN 21 dan 22 di atas, terdapat 2 KEJANGGALAN BESAR, yaitu:
1) Ishak disebut sebagai anak tunggal Abraham[HURUF BESAR], padahal Ishak adalah adik Ismail.
2) Usia Ishak baru saja disapih, tapi diperlakukanseperti anak berusia 16 TAHUN ketika akan disembelih Abraham.

Silahkanperiksa kembali bab Kejadian 21 di atas. Sementara, di Kejadian 21 juga Ismailyang berusia 16 tahun diperlakukan seperti anak yang baru berumur 2 bulanan(bayi).

Dengan dasar KEJADIAN 21 & 22 ini, perombak Taurat(tangan2 Bani Israel) ingin menunjukkan SEOLAH-OLAH Ishaklah KAKAK Ismail,karena Ishak baru saja disapih sementara Ismail masih bayi.
Karenanya, mereka dengan konyol menyebut Ishak sebagaianak tunggal Abraham di ayat2 Taurat (perjanjian lama). Padahal, bukti2 Alkitabsendiri sudah jelas, bahwa Ismail adalah kakak Ishak.. hmmm..

Kejanggalan2 di atas tampaknya diakibatkan olehbanyaknya tangan2 Bani Israel yang turut merombak, sehingga antara pasal yangsatu dengan yang lain kelihatan tidak ada kesesuaian. Sangat mungkin, ketikamengumpulkan Taurat, mereka tidak meneliti sedemikian jauh sehingga kejanggalanitu tetap saja terlihat dengan jelas.

Umat Yahudi dan Kristiani menganggap penyebutan Ishaksebagai anak tunggal Abraham adalah karena Ishak merupakan anak dari istri yangsah, yaitu Sara. Padahal, dalam Kitab Kejadian 16:3 dikatakan bahwa Abrahammengambil Hagar SEBAGAI ISTRINYA.

+ Kejadian 16:3; Jadi Sarai, isteri Abram itu,mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, yakni ketika Abram telah sepuluhtahun tinggal di tanah Kanaan, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, UNTUKMENJADI ISTERI-nya."

Ini berarti, Hagar juga adalah ISTRI SAH Abraham.
Suatu alasan yang tidak masuk akal MENYEBUTKAN BAHWAISHAK ANAK TUNGGAL KARENA ISHAK DARI ISTRI YANG SAH, YAKNI SARA. hhmmmm...

Sesungguhnya, alasan tersebut sengaja dibuat oleh BaniIsrael oleh karena mereka IRI/DENGKI bahwa yang menjadi penerus agama samawi(sebagaimana masih dapat terlihat dengan jelas dalam "Taurat danInjil"), adalah KETURUNAN Ismail (Muhammad).

YANG SULUNG DAN YANG TUNGGAL, SIAPAKAH DIA?
Islam dan Kristen masingmasing meyakini suatu kejadian yang sangat luar biasa yang dikenang sepanjangmasa, yang terjadi dimasa Abraham atau Ibrahim dalam islam yakni disaat Abrahamhendak menjalankan perintah Tuhannya untuk menyembelih anaknya, Kristenmeyakini bahwa yang dismbelih adalah Ishak sementara Islam meyakini yangdisembelih adalah Ismail a.s

Saya akan mengajak anda untuk bersama sama menganalisa,
Siapakah sebenarnya yangdisembelih oleh Abraham, Ismail atau Ishak????

ANAK YANG TUNGGAL
Kejadian 22:2  ”Ambillah anakmu yangtunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria danpersembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yangakan Kukatakan kepadamu.”
ANALISA
“…yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… “
Anak Tunggal Artinya cuma satu Anak, sengaja saya beri warna merah pada kata“yakni Ishak… “ karna ada keraguan, Apa betul Ishak adalah Anak TunggalAbaraham? Mari kita analisa bersama sama
Kejadian 16 : 16 Abramberumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
Kejadian 21 : 5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya,lahir baginya.

ARTINYA :
Abraham usia 86 Tahun: ismail Lahir
Abraham 100 : Ishak Lahir
Jadi Ismail berusia 14 tahu, Ishak baru lahir
Ismail 14 tahun lebih dulu lahir ketimbang Ishak, dari sini sudah jelas yangdimaksud dengan anak tunggal adalah Ismail, bukan Ishak, artinya KEJADIAN 22: 2Bertantangan dengan Kejadian 16 : 16 dan Kejadian 21 : 5 Dengan kata lain,kata” yakni Ishak…” pada KEJADIAN 22: 2 adalah sisipan tangan tangan yang jahil

MEREKA BERKATA
“ yang dimaksud anak tunggal itu adalah ishak, karna ia adalah anak yangdijanjikan oleh Allah”

KAMI MENJAWAB :
Bukankah Allah itu ahli bahasa, kenapa jika yang maksud adalah anak yangdijanjikan, tetapi
Kejadian 22:12 yangdisebut anak tunggal?, kenapa tidak diganti “anak yang dijanjikan?” Berarti tuhantidak konsekwen

MEREKA BERKATA
“Yang dimaksud keturunan Abraham adalah ishak bukan ismail”
“…sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.” Kejadian21:12

KAMI MENJAWAB
Kejadian 21:12 berawal dari kekhawatiran Sara tentang hak waris, sara tidakmenginginkan ishak menjadi ahli waris. Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlahhamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadiahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.”Kejadian 21:10

Apa yang dilakukan Sarah sangatlah bertentangan dengan hukum taurat, silahkansimak
Ulangan 21: 15-17, yangmenjelaskan bahwa Ismail berhak menjadi ahli waris bahkan 2x lipat KetimbangIshak

BERKALI KALI BIBLE BERKATA BAHWA ISMAIL ADALAH ANAK ABRAHAM
Kejadian 16:15 Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram danAbram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael.

Kejadian 17 :23-27 Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semuaorang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang,yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan merekapada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya. Abrahamberumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat kulit khatannya. DanIsmael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya. Padahari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.

Kejadian 25:9 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam guaMakhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya disebelah timur Mamre,

ANAK YANG SULUNG
Mungkin anda akan bertanya, Apa kaitannya anak sulung dengan Peristiwadikurbankannya Anak Abraham?, tentu ada, bahkan sangat erat sekali, mari kitasimak beberapa kutipan ayat dibawah ini.

Keluaran 13:12 maka haruslah kau persembahkan bagi TUHAN segala yang lahirterdahulu dari kandungan; juga setiap kali ada hewan yang kau punyai beranakpertama kali, anak jantan yang sulung adalah bagi TUHAN.

Keluaran 12:29 Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung ditanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anaksulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulunghewan.

Keluaran 22:29 Janganlah lalai mempersembahkan hasil gandummu dan hasil anggurmu.Yang sulung dari anak-anakmu lelaki haruslah kaupersembahkan kepada-Ku.

Dari ketiga ayat diatas, kita dapat mengetahui bahwa yang basa dijadikan kurbanitu selalu anak yang sulung, lantas siapakah anak yang sulung itu? Ismail apaIshak?

Mari simak baik baik ayat dibawah ini
Ulangan 21: 15-17  “Misalkan seorangpunya dua istri, dan keduanya melahirkan anak laki-laki, tetapi anak yang lahirlebih dahulu bukan anak dari istri kesayangannya. Kalau orang itu maumenentukan bagaimana ia akan membagi kekayaannya kepada anak-anaknya, ia takboleh memihak pada anak dari istri kesayangannya dengan memberi kepada anak itubagian yang menjadi hak anak sulung. Ia harus memberi bagian dua kali lipatdari harta bendanya kepada anak laki-laki yang sulung, walaupun anak itu bukananak dari istri kesayangannya. Hak anak sulung harus diakui oleh ayahnya, dankepada anak itu harus diberi warisan yang menjadi haknya menurut hukum.“

Kesimpulannya :
ISMAIL ADALAH ANAK SULUNG DAN MENDAPATKAN 2X LEBIH BESAR DARIPADA ISHAK.
PERTANYAAN YANG PALINGMENDASAR ADALAH SIAPA YANG DIKORBANKAN OLEH ABRAHAM?
Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan mengajak anda untuk menganalisisbersama sama, siapakah yang sebenarnya dikorbankan oleh Abraham, Ismail apakahIshak?

Kejadian 22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan merekabersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Poin penting dari ayat diatas adalah, setelah Abraham mengadakan perjanjiandengan raja Amibelek di Bersyeba. Dan Abraham menetap disana, Lantas bersamasiapa Abraham tinggal di Bersyeba? Bersama Hagar dan Anaknya ismail ataubersama Sara dan Anaknya Ishak???

Kejadian 21:14 Keesokan harinya pagi-pagi, Abraham memberi kepada Hagar makanandan sebuah kantong kulit berisi air untuk bekal di jalan. Ia meletakkan anakitu pada punggung Hagar, dan menyuruh wanita itu pergi. Lalu berangkatlah Hagardan mengembara di padang gurun Bersyeba.

Kejadian 22:19 Ternyata yang berada di Bersyeba adalah Hagar dan anaknyaIsmail,dan Saat berada di Bersyeba itulah Abraham mendapatkan perintah untukmengorbankan anaknya. Setelah itu selesai mengadakan korban domba sebagai gantianaknya, Abraham kembali ke Bersyeba

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa yang akan disembelih itu adalah ISMAILbukan ISHAK, Sebab jika Ishak yang disembelih maka Abraham akan kembali keHebron tempat dimana Sara tinggal sampai Meninggal.

Sesudah Sara mencapai usia 127 tahun. ia meninggal di Hebron di tanah Kanaan.Abraham sedih dan meratapi kematian istrinya itu. Setelah itu Abrahammeninggalkan jenazah istrinya dan pergi kepada orang-orang Het, yang mendiaminegeri itu. Ia berkata,”Saya ini orang asing yang tinggal di tengah-tengahSaudara-saudara; izinkanlah saya membeli sebidang tanah supaya saya dapatmenguburkan istri saya.” Kejadian 23:1-4)

Perhatikan apa yang diucapkan oleh Abraham “Saya ini orang asing…” Artinya :Abraham orang baru didaerah itu dengan kata lain Abraham tidak tinggal diHebron, tempat Sara dan Anaknya Ishak, akan tetapi Tinggal dibersyeba bersamaHagar dan Ismail, sehingga semakin jelas bahwa yang dikorbankan adalah Ismail Bukan Ishak.
Pada suatu hari, Nabi Ibrahim AS menyembelih kurban fisabilillah berupa 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Banyak orang mengaguminya, bahkan para malaikat pun terkagum-kagum atas kurbannya.

“Kurban sejumlah itu bagiku belum apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku memiliki anak lelaki, pasti akan aku sembelih karena Allah dan aku kurbankan kepada-Nya,” kata Nabi Ibrahim AS, sebagai ungkapan karena Sarah, istri Nabi Ibrahim belum juga mengandung.

Kemudian Sarah menyarankan Ibrahim agar menikahi Hajar, budaknya yang negro, yang diperoleh dari Mesir. Ketika berada di daerah Baitul Maqdis, beliau berdoa kepada Allah SWT agar dikaruniai seorang anak, dan doa beliau dikabulkan Allah SWT. Ada yang mengatakan saat itu usia Ibrahim mencapai 99 tahun. Dan karena demikian lamanya maka anak itu diberi nama Isma'il, artinya "Allah telah mendengar". Sebagai ungkapan kegembiraan karena akhirnya memiliki putra, seolah Ibrahim berseru: "Allah mendengar doaku".

Ketika usia Ismail menginjak kira-kira 7 tahun (ada pula yang berpendapat 13 tahun), pada malam tarwiyah, hari ke-8 di bulan Dzulhijjah, Nabi Ibrahim AS bermimpi ada seruan, “Hai Ibrahim! Penuhilah nazarmu (janjimu).”

Pagi harinya, beliau pun berpikir dan merenungkan arti mimpinya semalam. Apakah mimpi itu dari Allah SWT atau dari setan? Dari sinilah kemudian tanggal 8 Dzulhijah disebut sebagai hari tarwiyah (artinya, berpikir/merenung).

Pada malam ke-9 di bulan Dzulhijjah, beliau bermimpi sama dengan sebelumnya. Pagi harinya, beliau tahu dengan yakin mimpinya itu berasal dari Allah SWT. Dari sinilah hari ke-9 Dzulhijjah disebut dengan hari ‘Arafah (artinya mengetahui), dan bertepatan pula waktu itu beliau sedang berada di tanah Arafah.

Malam berikutnya lagi, beliau mimpi lagi dengan mimpi yang serupa. Maka, keesokan harinya, beliau bertekad untuk melaksanakan nazarnya (janjinya) itu. Karena itulah, hari itu disebut denga hari menyembelih kurban (yaumun nahr). Dalam riwayat lain dijelaskan, ketika Nabi Ibrahim AS bermimpi untuk yang pertama kalinya, maka beliau memilih domba-domba gemuk, sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya. Beliau mengira bahwa perintah dalam mimpi sudah terpenuhi. Untuk mimpi yang kedua kalinya, beliau memilih unta-unta gemuk sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya, dan beliau mengira perintah dalam mimpinya itu telah terpenuhi.

Pada mimpi untuk ketiga kalinya, seolah-olah ada yang menyeru, “Sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu agar menyembelih putramu, Ismail.” Beliau terbangun seketika, langsung memeluk Ismail dan menangis hingga waktu Shubuh tiba. Untuk melaksanakan perintah Allah SWT tersebut, beliau menemui istrinya terlebih dahulu, Hajar (ibu Ismail). Beliau berkata, “Dandanilah putramu dengan pakaian yang paling bagus, sebab ia akan kuajak untuk bertamu kepada Allah.” Hajar pun segera mendandani Ismail dengan pakaian paling bagus serta meminyaki dan menyisir rambutnya.

Kemudian beliau bersama putranya berangkat menuju ke suatu lembah di daerah Mina dengan membawa tali dan sebilah pedang. Pada saat itu, Iblis terkutuk sangat luar biasa sibuknya dan belum pernah sesibuk itu. Mondar-mandir ke sana ke mari. Ismail yang melihatnya segera mendekati ayahnya.

“Hai Ibrahim! Tidakkah kau perhatikan anakmu yang tampan dan lucu itu?” seru Iblis.

“Benar, namun aku diperintahkan untuk itu (menyembelihnya),” jawab Nabi Ibrahim AS.

Setelah gagal membujuk ayahnya, Iblsi pun datang menemui ibunya, Hajar. “Mengapa kau hanya duduk-duduk tenang saja, padahal suamimu membawa anakmu untuk disembelih?” goda Iblis.

“Kau jangan berdusta padaku, mana mungkin seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar.

“Mengapa ia membawa tali dan sebilah pedang, kalau bukan untuk menyembelih putranya?” rayu Iblis lagi.

“Untuk apa seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar balik bertanya.

“Ia menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu”, goda Iblis meyakinkannya.

“Seorang Nabi tidak akan ditugasi untuk berbuat kebatilan. Seandainya itu benar, nyawaku sendiri pun siap dikorbankan demi tugasnya yang mulia itu, apalagi hanya dengan mengurbankan nyawa anaku, hal itu belum berarti apa-apa!” jawab Hajar dengan mantap.

Iblis gagal untuk kedua kalinya, namun ia tetap berusaha untuk menggagalkan upaya penyembelihan Ismail itu. Maka, ia pun menghampiri Ismail seraya membujuknya, “Hai Isma’il! Mengapa kau hanya bermain-main dan bersenang-senang saja, padahal ayahmu mengajakmu ketempat ini hanya untk menyembelihmu. Lihat, ia membawa tali dan sebilah pedang,”

“Kau dusta, memangnya kenapa ayah harus menyembelih diriku?” jawab Ismail dengan heran. “Ayahmu menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu” kata Iblis meyakinkannya.

“Demi perintah Allah! Aku siap mendengar, patuh, dan melaksanakan dengan sepenuh jiwa ragaku,” jawab Ismail dengan mantap.

Ketika Iblis hendak merayu dan menggodanya dengan kata-kata lain, mendadak Ismail memungut sejumlah kerikil ditanah, dan langsung melemparkannya ke arah Iblis hingga butalah matanya sebelah kiri. Maka, Iblis pun pergi dengan tangan hampa. Dari sinilah kemudian dikenal dengan kewajiban untuk melempar kerikil (jumrah) dalam ritual ibadah haji.

Sesampainya di Mina, Nabi Ibrahim AS berterus terang kepada putranya, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?…” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).

“Ia (Ismail) menjawab, ‘Hai bapakku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah! Kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 102).

Mendengar jawaban putranya, legalah Nabi Ibrahim AS dan langsung ber-tahmid (mengucapkan Alhamdulillâh) sebanyak-banyaknya.

Untuk melaksanakan tugas ayahnya itu Ismail berpesan kepada ayahnya, “Wahai ayahanda! Ikatlah tanganku agar aku tidak bergerak-gerak sehingga merepotkan. Telungkupkanlah wajahku agar tidak terlihat oleh ayah, sehingga tidak timbul rasa iba. Singsingkanlah lengan baju ayah agar tidak terkena percikan darah sedikitpun sehingga bisa mengurangi pahalaku, dan jika ibu melihatnya tentu akan turut berduka.”

“Tajamkanlah pedang dan goreskan segera dileherku ini agar lebih mudah dan cepat proses mautnya. Lalu bawalah pulang bajuku dan serahkan kepada agar ibu agar menjadi kenangan baginya, serta sampaikan pula salamku kepadanya dengan berkata, ‘Wahai ibu! Bersabarlah dalam melaksanakan perintah Allah.’ Terakhir, janganlah ayah mengajak anak-anak lain ke rumah ibu sehingga ibu sehingga semakin menambah belasungkawa padaku, dan ketika ayah melihat anak lain yang sebaya denganku, janganlah dipandang seksama sehingga menimbulka rasa sedih di hati ayah,” sambung Isma'il.

Setelah mendengar pesan-pesan putranya itu, Nabi Ibrahim AS menjawab, “Sebaik-baik kawan dalam melaksanakan perintah Allah SWT adalah kau, wahai putraku tercinta!”

Kemudian Nabi Ibrahim as menggoreskan pedangnya sekuat tenaga ke bagian leher putranya yang telah diikat tangan dan kakinya, namun beliau tak mampu menggoresnya.

Ismail berkata, “Wahai ayahanda! Lepaskan tali pengikat tangan dan kakiku ini agar aku tidak dinilai terpaksa dalam menjalankan perintah-Nya. Goreskan lagi ke leherku agar para malaikat megetahui bahwa diriku taat kepada Allah SWT dalam menjalan perintah semata-mata karena-Nya.”

Nabi Ibrahim as melepaskan ikatan tangan dan kaki putranya, lalu beliau hadapkan wajah anaknya ke bumi dan langsung menggoreskan pedangnya ke leher putranya dengan sekuat tenaganya, namun beliau masih juga tak mampu melakukannya karena pedangnya selalu terpental. Tak puas dengan kemampuanya, beliau menghujamkan pedangnya kearah sebuah batu, dan batu itu pun terbelah menjadi dua bagian. “Hai pedang! Kau dapat membelah batu, tapi mengapa kau tak mampu menembus daging?” gerutu beliau.

Atas izin Allah SWT, pedang menjawab, “Hai Ibrahim! Kau menghendaki untuk menyembelih, sedangkan Allah penguasa semesta alam berfirman, ‘jangan disembelih’. Jika begitu, kenapa aku harus menentang perintah Allah?”

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (bagimu). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shâffât, [37]: 106)

Menurut satu riwayat, bahwa Ismail diganti dengan seekor domba kibas yang dulu pernah dikurbankan oleh Habil dan selama itu domba itu hidup di surga. Malaikat Jibril datang membawa domba kibas itu dan ia masih sempat melihat Nabi Ibrahim AS menggoreskan pedangnya ke leher putranya. Dan pada saat itu juga semesta alam beserta seluruh isinya ber-takbir (Allâhu Akbar) mengagungkan kebesaran Allah SWT atas kesabaran kedua umat-Nya dalam menjalankan perintahnya. Melihat itu, malaikai Jibril terkagum-kagum lantas mengagungkan asma Allah, “Allâhu Akbar, Allâhu Akbar, Allâhu Akbar”. Nabi Ibrahim AS menyahut, “Lâ Ilâha Illallâhu wallâhu Akbar”. Ismail mengikutinya, “Allâhu Akbar wa lillâhil hamd”. Kemudian bacaan-bacaan tersebut dibaca pada setiap hari raya kurban (Idul Adha).

Wallahua’lambissowab...

No comments:

Post a Comment